Penyakit Kawasaki

Penyakit kawasaki menyerang pembuluh darah yang bisa berakibat fatal karena dapat menyebabkan cacat pada jantung, bahkan kematian. Penyebab utama penyakit kawasaki secara pasti belum diketahui, namun ada indikasi bahwa pemicunya adalah adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang didahului infeksi.

Penyakit Kawasaki

Banyak yang menduga racun yang dikeluarkan kuman tertentu yang menjadi penyebabnya. Tetapi belum ada bukti kuat yang mendukung dugaan tersebut. Dugaan lain adalah peran dari faktor genetika dan sistem imun penderita.  Sebagian besar penyakit ini akan sembuh sendiri. Karakteristik penyakit kawasaki adalah penyakit akut yang diperantarai oleh sistem imun tubuh. Tetapi pada beberapa kasus, dapat timbul berbagai macam komplikasi, misalnya peradangan sendi dan peradangan pada selaput otak atau meningitis. Komplikasi lain yang biasanya fatal adalah komplikasi jantung. Pada jantung, penyakit kawasaki menyebabkan peradangan otot jantung (miokarditis), pembesaran ukuran jantung (kardiomegali), denyut jantung tidak normal (aritmia), dan perdangan pembuluh darah koroner (vaskulitis). Komplikasi ke jantung biasanya mulai terjadi setelah hari pertama sampai hari kedelapan sejak timbulnya demam.

Awalnya berupa penyempitan atau sumbatan dalam pembuluh koroner. Sebagian penderita akan sembuh, namun sebagian lagi terpaksa menjalani hidup dengan jantung yang cacat akibat aliran darah koroner yang terganggu dan sebagian kecil akan meninggal akibat kerusakan penyakit jantung.

Gejala dari penyakit ini antara lain demam tinggi, batuk pilek, bercak merah, serta kulit mengelupas. Kedua mata memerah, ada pembengkakan kelenjar getah bening di salah satu sisi leher, lidah merah (strawberry tongue) dan bibir merah, telapak tangan dan kaki membengkak dan juga berwarna merah.  Penyakit kawasaki sangat identik dengan penyakit campak, alergi obat, infeksi virus, atau penyakit gondong. Bedanya dengan penyakit campak, demam pada penderita kawasaki tidak langsung hilang setelah bercak merahnya muncul. Batuk dan pileknya lebih parah dan tidak ada kotoran di mata. Suhu tubuh penderita penyakit kawasaki bisa meningkat hingga 39 derajat C dan tidak mengalami penurunan suhu hingga lima hari. Pada kasus yang tdiak di obati, demam dapat berlangsung selama satu sampai dua minggu, bahkan sampai tiga sampai empat minggu. Dalam rentang waktu dua sampai lima hari setelah demam, gejala akan muncul. Demam ini tidak memberikan respons terhadap pemberian antibiotik. Hampir semua anak dengan penyakit kawasaki menunjukan gejala gelisah, rewel, serta emosi yang labil.

Penyakit Kawasaki

Penyakit Kawasaki

Obat penyakit kawasaki umumnya dilakukan dirumah sakit. Pengobatan bertujuan untuk mengatasi demam, peradangan, dan mengurangi kemungkinan timbulnya komplikasi jantung. Untuk itu diberikan aspirin dosis tinggi yang berfungsi sebagai antidemam, antiperadangan, dan mecegah pembentukan gumpalan darah. Selain itu, pederita diberikan juga gamma globulin melalui pembuluh darah vena, yang berguna untuk menurunkan resiko yang timbulnya gangguan jantung.
Jika pengobatan berhasil, penderita akan membaik dalam waktu 24 jam.

Diagnosis Penyakit Kawasaki

Diagnosis yang dilakukan untuk menegakkan penyakit kawasakit ini adalah pemeriksaan pada anak dengan teliti, dokter akan melihat tanda dan juga gejala oenyakit kawasaki yang muncul. Selain itu juga biasanya dokter akan menyingkirkan suatu kemungkinan dari masuknya penyakit lain yang mirip atau serupa dengan gejala penyakit kawasaki. Selain itu pemeriksaan darah yang dilakukan adalah untuk membantu melihat ada atau tidaknya penyakit anemia, peningkatan yang terjadi pada jumlah sel darah putih serta peningkatan pada laju endap darah yang akan memperlihatkan suatu peradangan yang terjadi di pembuluh darah. Selain itu, peningkatan trombosit adalah salah satu unsur yang sangat penting untuk terjadinya pembekuan darah yang bisa dijumpai. Suatu pemeriksaan pada urin biasanya akan menunjukkan dari adanya keberadaan sel darah putih. Dan pada pemeriksaan EKG biasanya akan ditemukan irama jantung yang muncul dengan tidak teratur, serta gejala penyakit kawasaki yang lain yang akan menunjukkan adanya suatu keterlibatan dari jantung. Ekokardiografi pada USG jantung biasanya sangat perlu dilakukan untuk membantu melihat terjadinya kelainan pada jantung dan juga pada pembuluh darah di jantung atau arteri korner.

Salah satu jenis pengobatan yang dilakukan pada penyakit kawasaki adalah dengan pemberian gamaglobulin atau fraksi dari protein darah manusia dengan pemberian dosis yang tinggi dan selain itu juga lewat suntikan atau intravena. Obat ini merupakan salah satu jenis obat yang paling efektif untuk bisa membantu mengurangi terjadinya peradangan dan mampu mencegah kerusakan yang terjadi di daerah arteri koroner jika diberikan dalam 10 hari pertama semasa penderita sakit. Selain itu juga obat yang diberikan adalah obat jenis aspirin dengan dosis yang tinggi di awal fase yang akut sampai demam mereda.

Komplikasi yang bisa saja terjadi akibat dari penyakit kawasaki biasanya sangat jarang terjadi. Virus yang mirip dengan HIV yang tidak bisa ditularkan lewat infus gamaglobulin. Dan virus penyakit hepatitis V pernah ditularkan lewat infus gamaglobulin namun produk ini sudah ditarik dari pasaran. Dan kadang juga selama pemberian dari infus ini biasanya akan terjadei sedikit demam dan juga menggigil pada tubuh. Namun semua bisa diatasi dengan menghentikan gejala yang terjadi sementara dan juga dengan memberikan obat antihistamin. Dosis yang tinggi dari aspirin biasanya juga akan menyebabkan perut sakit, pendarahan yang terjadi di saluran pencernaan dan juga telinga yang berdenguung. Jika gejala ini muncul, maka pemberian aspirin harus di stop.

Penyakit Kawasaki

Posted in Penyakit Kawasaki | Tagged , , , , , , , , | Comments Off

Komplikasi Penyakit Kawasaki

Komplikasi Penyakit Kawasaki – Penyakit Kawasaki adalah suatu sindroma yang penyebab pastinya tidak diketahui, terutama menyerang anak dibawah 5 tahun, menyebabkan demam, konjungtivitis (kedua mata merah) tanpa sekret, kemerahan pada bibir dan membran mukosa mulut, pembesaran kelenjar limfe bawah leher (lymphadenopathy) serta timbul bintik2 merah terang (maculoerythematous) pada kulit perut, punggung kaki dan tangan yang dapat menjadi berat dengan timbulnya pembengkakan pada kaki dan tangan dan diakhiri dengan mengelupasnya kulit sekitar kuku kaki dan tangan.

Komplikasi Penyakit Kawasaki

Komplikasi Penyakit Kawasaki

Gejala Penyakit Kawasaki

Gejala Penyakit Kawasaki    

  1. Demam tinggi biasanya lebih dari 39°c, demam bisa berlangsung selama 1-2 minggu, jika tidak di obati sama sekali, demam bahkan bisa berlangsung 3-4 minggu
  2. Rewel, tampak mengantuk
  3. Ruam kulit dibatang tubuh dan di sekeliling daerah yang tertutup popok
  4. Ruam pada selaput lendir (misalnya lapisan mulut dan vagina)
  5. Tenggorokan tampak merah dan sakit tenggorokan
  6. Mata merah tapi tanpa kotoran mata
  7. Bibir merah, pecah-pecah bahkan terkelupas dan berdarah
  8. Lidah berwarna merah (strawberry-red tongue)
  9. Telapak tangan dan kaki berwarna merah, tangan dan kaki membengkak.
  10. Pengelupasan kulit pada tangan dan kaki, biasanya diawali dari kulit jari tangan atau kaki.
  11. Pembengkakan kelenjar getah bening, biasanya dibagian leher.
  12. Nyeri sendi (atralgia) dan pembengkakan, sering kali simetris (pada sisi tubuh kiri dan kanan)
  13. Detak jantung lebih cepat dari biasanya
  14. Kadang-kadang terjadi keluhan sesak nafas

Komplikasi Penyakit Kawasaki

Komplikasi Penyakit Kawasaki

Sekitar 5-20% penderita mengalami Komplikasi Penyakit Kawasaki jantung, yang biasanya timbul pada minggu ke 2-4 :

  • Peradangan arteri koroner, yaitu arteri yang membawa darah ke jantung
  • Aneurisma, yaitu pelebaran bagian dari arteri koroner
  • Perikarditis, yaitu peradangan kantung jantung
  • Miokarditis akut, yaitu peradangan otot jantung
  • Gagal jantung
  • Infark miokardium, yaitu kematian otot jantung

Komplikasi Penyakit Kawasaki lainnya yaitu :

  • Ruam yang tidak biasa uveitis anterior
  • Nyeri atau peradangan sendi (terutama sendi-sendi yang kecil)
  • Meningitis aseptik, yaitu peradangan non-infeksius pada selaput otak
  • Peradangan kandung empedu
  • Diare

Jika melakukan pengobatan ke dokter dan dokter sudah menyatakan sembuh. Maka biasanya setelah perawatan dirumah sakit, anak akan merasakan tubuhnya sangat lemah dan nafsu makan yang menurun selama paling tidak 1-2 hari. Dan walaupun demikian, hal ini tidak berarti adanya pembatasan waktu dalam melakukan aktivitas atau juga diet kecuali jika memang dokter menganjurkan anak untuk tidak melakukan hal demiian.

Jika muncul beberapa gejala yang Anda curigai, maka Anda harus menghubungi dokter. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah :

  1. Gejala ajtau tanda adanya keracunan akibat obat aspirin, misalnya adalah nafas yang dangkal dan terjadi dengan cepat.
  2. Nyeri dibagian perut dengan atau tanpa disertai dengan muntah darah.
  3. Demam yang terjadi secara berulang dan gejala yang terjadi pada penyakit kawasakit.

Hal yang harus diingat adalah :

  1. Imunisasi MMR atau Mumps Measles Rubella dan juga imunisasi cacar air harus ditunda paling tidak selama 1 tahun setelah mendapatkan pemberian gamaglobulin.
  2. Hindarilah kontak langsung dengan penderita sakit fli dan cacar air saat anak sedang dalam masa pengobatan aspirin dosis yang tinggi.
  3. Pembengkakan dan juga nyeri sendi yang besar misalnya adalah yang terjadi di siku atau lutu dan juga ujung jari tangan yang terkelupas serta kaki hal ini merupakan suatu hal yang biasa terjadi disaat proses penyembuhan berlangsung dan biasanya akan membaik paling tidak 3 minggu.

Untuk penyakit kawasakit pada anak biasanya jarang terjadi secara kambuhan dalam waktu beberapa bulan dan juga beberapa tahun setelah pengobatan. Dalam kasus penyakit kawasaki di Jepang dilaporkan bahwa sekitar 4,3 % kasus kambuhan dari penyakit kawasakit. Jika gejala dan juga tanda yang terjadi sama seperti awal terkena sindrom penyakit kawasaki, maka sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan ke dokter.

Hingga saat ini penyakit kawasakit masih belum bisa dicegah.

Diagnosis yang dilakukan pada pemeriksaan penyakit kawasaki adalah :

1. Elektrokardiogram (EKG)

  • Segmen ST yang datar, dan mengalami depresi
  • Gelombang T datar, dan terinversi
  • Gangguan pada konduksi

2. Ekokardiogram yang biasanya dipakai untuk membantu mengkaji terjadinya pembesaran jantung, kontraktilitas ventrikel, aneurisma koroner.

3. Perhitungan pada darah lengkap, janga sampai anemia ringan sampai menjadi sedang. Anda bsia melakukan perhitungan leukosit baik di fase pertama, dan terutama adalah neutrofil/

4. Perhitungan torombosit biasanya akan mengalami peningkatan sampai 3 bulan terjadinya penyakit kawasakit, peningkatan yang bisa terus berlangsung paling tidak setelah 3 bulan awitan

4. Laju endap yang terjadi pada darah meningkat, dan selain itu juga protein C reaktif yang akan mengalami peningkatan.

5. SGOT dan SGPT yang mengalami peningkatan, selain itu albumin serum yang mengalami penurunan.

6. Kadar dehidrogenase laktat pada serum, imunoglobulin E dan M, yang akan mengalami peningkatan selama fase demam akut dan biasanya akan mengalami penurunan selama fase konvalesen.

7. Kadar dari c3 yang akan mengalami peningkatan dalam waktu 1-3 minggu penyakit dan kemudian akan kembali dalam keadaan normal.

Itulah informasi mengenai penyakit kawasakit dan komplikasi penyakit kawasaki. Semoga bermanfaat untuk Anda semua.

Komplikasi Penyakit Kawasaki

Posted in Penyakit Kawasaki | Tagged , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Kawasaki

Gejala Penyakit Kawasaki – Penyakit Kawasaki merupakan penyakit yang tidak biasa dengan dasar adanya peradangan pembuluh darah di seluruh tubuh. Gejalanya adalah demam beberapa hari, ruam/bercak merah , pembengkakan tangan dan kaki, mata merah, iritasi dan peradangan selaput lendir mulut, bibir dan tenggorokan serta pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Dampak jangka pendek mungkin tidak terlalu serius, tetapi pada beberapa kasus dapat terjadi komplikasi jangka panjang termasuk kerusakan arteri koroner.

Gejala Penyakit Kawasaki

Gejala Penyakit Kawasaki

Penyakit Kawasaki Pada Anak

Kawasaki hampir selalu menyerang anak, terutama usia di bawah 5 tahun. Anak laki laki lebih banyak terserang daripada anak perempuan, alasannya belum jelas.

Penyebab Penyakit Kawasaki

Hingga saat ini penyebabnya belum diketahui. Banyak peneliti berpendapat mungkin akibat infeksi (virus atau bakteri). Terdapat kecenderungan kearah faktor herediter/keturunan sehingga misalnya lebih sering ditemukan pada keturunan Jepang. Saat ini tidak ada bukti bahwa penyakit ini bisa menular.

Tanda dan Gejala Penyakit Kawasaki

  • Gejala Penyakit Kawasaki Pertama timbul demam dan rewel.Demam timbul cepat dan naik turun dari sedang (101 – 104 F) sampai tinggi ( di atas 104 F). Kelenjar getah bening di salah satu sisi leher membengkak.
  • Ruam atau bercak merah biasanya timbul pada fase awal penyakit, pada beberapa pasien banyak di sekitar selangkangan. Sering warnanya merah terang, dapat berbatas tegas dengan berbagai ukuran atau beberapa ruam menyatu menjadi besar. Demam naik turun bisa selama 3 minggu. Peradangan pada kedua mata (mata merah) biasanya tanpa kotoran, timbul pada minggu pertama masa sakit.
  • Lidah menjadi merah dan timbul bintil bintil, dikenal sebagai lidah stroberi karena mirip biji pada buah stroberi. Bibir menjadi kering dan pecah, sering berwarna merah. Selaput lendir mulut menjadi lebih merah.
  • Telapak tangan dan telapak kaki menjadi merah. Tangan dan kaki dapat membengkak. Kadang kadang terjadi leher kaku (kaku kuduk). Akibat berbagai gejala dan tanda ini anak jadi rewel dan merasa tidak nyaman.

Gejala Penyakit Kawasaki saat demam mereda , ruam, mata merah dan pembesaran kelenjar getah bening turut menghilang. Kulit mulai mengelupas di sekitar jari tangan dan kaki, biasanya mulai minggu ketiga. Pengelupasan ini bisa berbentuk potongan potongan besar atau satu buah saja. Lutut, pinggul dan mata kaki makin meradang dan nyeri.

Kadang kadang nyeri sendi dan peradangan menetap walaupun gejala lain sudah hilang. Pada fase penyembuhan timbul garis melintang di kuku jari kaki dan jari tangan yang dapat berlangsung selama beberapa bulan sampai kuku tersebut hilang.

Komplikasi Penyakit Kasawaki

Komplikasi Penyakit Kawasaki

Penyakit Kawasaki dapat menyebabkan perubahan vasculitic (radang pembuluh darah) dalam arteri koroner dan aneurisma arteri koroner berikutnya. Aneurisma ini dapat mengakibatkan infark miokard (penyakit jantung) bahkan pada anak-anak. Secara keseluruhan, sekitar 10–18% dari anak-anak dengan penyakit Kawasaki mengembangkan arteri koroner aneurisma dengan banyak lebih tinggi prevalensi di antara pasien yang tidak diobati dini dalam perjalanan dari penyakit.

Manifestasi klinis yang terjadi pada penyakit kawasaki adalah penyakit ini sering terlupakan dan biasanya baru akan didiagnosa setelah anak mengalami demam yang sangat tinggi dalam jangka waktu lama. Selain itu juga pemeriksaan pada darah dengan adanya infeksi yang terjadi harus rutin dilakukan misalnya adalah infeksi thypus, infeksi penyakit hepatitis, dan tuberkulosis yang biasanya akan menunjukkan suatu hasil negatif dan juga disaat yang bersamaan juga dalam bentuk antibotika yang suda dicoba. Memang untuk sebagian anak yang mengalami penyakit kawasaki baru akan menunjukkan sautu gejala dari penyakit kawasaki yang khas setelah demam yang terjadi paling tidak selama 5 hari. Namun ada suatu petunjuk dari gejala yang inti yang bisa dipakai sebagai salah satu pegangan untuk secara dini dianggap sebagai infeksi penyakit kawasaki ini.

Diagnosis Penyakit Kawasaki

Dibawah ini terdapat 6 gejala diagnostik yang terjadi pada penyakit kawasaki, yakni adalah :

  1. Demam tinggi yang terjadi dengan mendadak, dan biasanya tidak merespon adanya obat antibiotika yang diberikan. Hal ini juga biasanya akan berlangsung paling tidak 1-2 minggu bahkan bisa sampai 4-5 minggu. Dan dalam 2-5 hari demam terjadi, gejala lainnya biasanya akan muncul juga.
  2. Konjungtivitis bilateral tanpa adanya eksudat
  3. Bibir merah yang terang dan kemudian akan berdarah serat pecah-pecah, lidah yang merah atau strawberry tongue dan terjadinya eritema difus pada bagian mulut serta faring.
  4. Edema yang terjadi secara induratif dan juga kemerahan yang terjadi di telapak tangan dan juga telapak kaki, kadang juga akan terasa nyeri
  5. Eksanterna dengan berbagai bentuk atau polimorfik yang terjadi di wajah, badan dan juga terjadinya ektremitas. Biasanya hal ini sering miriop dengan urtikaria atau juga gatal-gatal dan seperti makula dan juga papula sehingga akan lebih mirip kepada campak.
  6. Pembesaran yang terjadi pada kelenjar getah leher atau cervikal yang biasanya akan dijumpai sekitar pada 50% penderita dan sifatnya hampri selalau unilateral dan juga ukurannya adalah > 1,5 cm.

Penyebab dari gejala penyakit kawasaki yang terjadi adalah karena suatu peradangan sistemik. Hal ini sangat penting untuk disadari bahwa tidak semua gejala bisa saja hadir dalam waktu yang bersamaan sehingga pemeriksaan ulang kemungkinan bisa dibutuhkan sebelum diagnosis ditegakkan.

Gejala Penyakit Kawasaki

Posted in Penyakit Kawasaki | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Kawasaki Pada Anak

Penyakit Kawasaki Pada Anak – Penyakit kawasaki pada anak adalah penyakit demam akut pada anak kecil yang menyebabkan vaskulitis sistemik luas. Penyakit ini dapat dikenali dari aktivasi sistem imun nyata yang menyebabkan cedera pembuluh darah kecil dan sedang. Penyakit ini dikenal juga sebagai sindrom limfonodus mukokutaneus. Penyakit kawasaki menyerang banyak sistem tubuh dan dapat menimbulkan konsekuensi kardiovaskular yang mengancam hidup.

Penyakit Kawasaki Pada Anak

Penyakit Kawasaki Pada Anak

Gejala Penyakit Kawasaki

Gejala Penyakit Kawasaki Pada Anak yang muncul antara lain penderita mengalami :

  • Demam tinggi
  • Muncul bercak-bercak merah di badan, mirip penderita campak
  • Kedua mata memerah, tetapi tidak belekan
  • Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di salah satu sisi leher, sehingga kadang diduga penyakit gondokan.

Proses peradangan dimulai ketika demam mulai menyerang, kalau minggu kedua jika pasien tidak segera diobati, penyakit tersebut sudah menyerang jantung. Dengan gejala-gejala itu, tidak jarang dokter mendiagnosis penderita sebagai penderita campak, alergi obat, infeksi virus atau gondokan. Meski bukan termasuk penyakit menular, penyakit ini bisa menyebabkan kematian, karena jika tidak segera ditangani, akan merusak jantung hingga 85%.

Komplikasi Penyakit Kawasaki Pada Anak

Sebagian penderita terlambat didiagnosis menderita kawasaki. Kawasaki bisa merusak pembuluh arteri jantung bila terlambat ditangani. Penyakit Kawasaki Pada Anak itu menyebabkan peradangan pada pembuluh arteri jantung. Peradangan membuat arteri jantung membengkak. Semakin terlambat ditangani, pembengkakan semakin besar dan dinding pembuluh semakin tipis. Pada 20-40 persen kasus yang tidak diobati atau terlambat ditangani terjadi komplikasi jantung.

Pembengkakan arteri jantung menyebabkan aliran darah tidak lancar karena darah mengalami turbulensi. Turbulensi di arteri yang rusak jika dibiarkan akan menyebabkan pembekuan darah sehingga menyumbat aliran darah ke jantung. Lebih lanjut, karena tidak mendapat pasikan oksigen dari darah, otot jantung rusak. Arteri yang bengkak bisa menyempit kembali secara alamiah. Namun, kadang-kadang arteri jantung justru menyempit. Untuk melancarkan aliran darah, penderita kawasaki dengan pelebaran koroner yang berat harus meminum obat pengencer darah, seperti aspirin, seumur hidup. Anak yang pembuluh darah jantungnya rusak harus benar-benar menjaga kondisi tubuhnya. Setiap tahun pembuluh arterinya diamati melalui kateterisasi jantung.

Diagnosis Penyakit Kawasaki

Kriteria dari diagnosis penyakit kawasaki agar bisa ditegakkan adalah biasanya diagnosis ini dilakukan dengan membutuhkan demam yang tidak jelas yang terjadi lebih dari 5 hari dan disamping itu juga ada 4 gejala lainnya yang mendukung diagnosis agar bisa ditegakkan adalah ;

  1. Perubahan yang terjadi pada mukosa oral, dan termasuk salah satunya adalah bibir merah serta pecah-pecah atau retak, eritema pada garing atau juga pada lidah strobery.
  2. Bilateral nonexudative konjungtivis
  3. Limfadenopati servikal, biasanya sifatnya adalah unilateral dengan satu node lebih dari 1,5 cm
  4. Ruam polymorphus
  5. Perubahan pada ektremitas atau eritema yang terjadi pada telapak tangan dan juga pada telapak kaki, pembengkakan yang terjadi di tangan serta kaki, deskuamasi peringual dalam fase penyembuhan.

Pemberian obat kawasaki yang dilakukan pada penderita kawasaki adalah pasien dengan kasus kawasaki sindroma harus mendapatkan pengobatan dalam bentuk imunoglobulin intravena atai IVIG dan juga pemberian aspirin dengan dosis yang tinggi dan juga dengan sesering mungkin setelah melakukan diagnosis. Mekanisme dari aksi IVIG yang dilakukan pada kasus kawasakit penyakit tidak diketahui. Namun pengobatan yang sangat cepat akan membantu menurunkan demam sampai normal dan juga resolusi dari tanda atau gejala klinis penyakit untuk beberapa pasien. Selain itu juga IVIG akan membantu mengurangi pravalensi dari penyakit koroner dari 20-25% untuk anak-anak yang diobati menggunakan obat aspirin saja paling tidak adalah 2-4% pada mereka yang mendapatkan perawatan IVIG dan juga aspirin dalam hari-hari pertama mereka saat sakit.

Untuk pengobatan penyakit kawasakit berdasarkan tingkatan adalah :

  1. Stadium akut : pemberian obat imunoglobulin intravena 2 g/kg untuk selama 10-12 jam dengan menggunakan obat aspirin dosisnya 80-100 mg/kg/24 jam dan dibagi setiap 6 jam sekali secara oral sampai hari ke 14 penyakit menyerang.
  2. Tahap sembuh pemberian dengan aspirin dosisnya 3-5 mg/kg oral sekali dalam sehari sampai 6-8 minggu setelah onset penyakit terjadi.
  3. Terapi jangka panjang untuk orang yang mempunyai masalah kelainan koroner : pemberian obat jenis aspirin diprydamole 3-5 mg/kg oral dalam sekali sehari kurang lebih 4-6 jam mg/kg 24 dan dibagi dalam atau juga tiga dosis oral (penggunaan warfarin dari kebanyakan ahli yang menambahkanya untuk pasien yang mempunyai resiko tinggi trombosis)

Dan selain itu juga beberapa pertimbangan yang harus diberikan untuk mengobati pasien yang sidah didiagnosis setelah mengalami 10 hari penyakit saat sedang demam dan juga sedang berlangsung, karena efek dari inflamasi yang sangat bermanfaat, walaupun efek terapi yang seperti ini pada beresiko untuk bisa mengembangkan aneurisma koroner yang sama sekali tidak diketahui. Selain itu juga pemberian obat aspirin adalah salah satu anti-infalamasi untuk jenis dosis antitromboti sebesar (3-5 mg/kg/24 jam sebagai salah satu dosis tunggal) dan dalam hari ke 14 penyakit atau juga disaat pasien sudah mengalami afebris untuk paling tidak adalah 3-4 hari. Dan efek dari antitrombotik aspirin biasanya akan dilanjurkan sampai paling tidak 6-8 minggu setelah onset dan disaat ESR sudah di normalisasi, pada pasien yang belum mengalami perkembangan dari kelainan yang terdeteksi oleh ezhocardiography.

Penyakit Kawasaki Pada Anak

Posted in Penyakit Kawasaki | Tagged , , , , | Leave a comment