Komplikasi Penyakit Kawasaki

Komplikasi Penyakit Kawasaki – Penyakit Kawasaki adalah suatu sindroma yang penyebab pastinya tidak diketahui, terutama menyerang anak dibawah 5 tahun, menyebabkan demam, konjungtivitis (kedua mata merah) tanpa sekret, kemerahan pada bibir dan membran mukosa mulut, pembesaran kelenjar limfe bawah leher (lymphadenopathy) serta timbul bintik2 merah terang (maculoerythematous) pada kulit perut, punggung kaki dan tangan yang dapat menjadi berat dengan timbulnya pembengkakan pada kaki dan tangan dan diakhiri dengan mengelupasnya kulit sekitar kuku kaki dan tangan.

Komplikasi Penyakit Kawasaki

Komplikasi Penyakit Kawasaki

Gejala Penyakit Kawasaki

Gejala Penyakit Kawasaki    

  1. Demam tinggi biasanya lebih dari 39°c, demam bisa berlangsung selama 1-2 minggu, jika tidak di obati sama sekali, demam bahkan bisa berlangsung 3-4 minggu
  2. Rewel, tampak mengantuk
  3. Ruam kulit dibatang tubuh dan di sekeliling daerah yang tertutup popok
  4. Ruam pada selaput lendir (misalnya lapisan mulut dan vagina)
  5. Tenggorokan tampak merah dan sakit tenggorokan
  6. Mata merah tapi tanpa kotoran mata
  7. Bibir merah, pecah-pecah bahkan terkelupas dan berdarah
  8. Lidah berwarna merah (strawberry-red tongue)
  9. Telapak tangan dan kaki berwarna merah, tangan dan kaki membengkak.
  10. Pengelupasan kulit pada tangan dan kaki, biasanya diawali dari kulit jari tangan atau kaki.
  11. Pembengkakan kelenjar getah bening, biasanya dibagian leher.
  12. Nyeri sendi (atralgia) dan pembengkakan, sering kali simetris (pada sisi tubuh kiri dan kanan)
  13. Detak jantung lebih cepat dari biasanya
  14. Kadang-kadang terjadi keluhan sesak nafas

Komplikasi Penyakit Kawasaki

Komplikasi Penyakit Kawasaki

Sekitar 5-20% penderita mengalami Komplikasi Penyakit Kawasaki jantung, yang biasanya timbul pada minggu ke 2-4 :

  • Peradangan arteri koroner, yaitu arteri yang membawa darah ke jantung
  • Aneurisma, yaitu pelebaran bagian dari arteri koroner
  • Perikarditis, yaitu peradangan kantung jantung
  • Miokarditis akut, yaitu peradangan otot jantung
  • Gagal jantung
  • Infark miokardium, yaitu kematian otot jantung

Komplikasi Penyakit Kawasaki lainnya yaitu :

  • Ruam yang tidak biasa uveitis anterior
  • Nyeri atau peradangan sendi (terutama sendi-sendi yang kecil)
  • Meningitis aseptik, yaitu peradangan non-infeksius pada selaput otak
  • Peradangan kandung empedu
  • Diare

Jika melakukan pengobatan ke dokter dan dokter sudah menyatakan sembuh. Maka biasanya setelah perawatan dirumah sakit, anak akan merasakan tubuhnya sangat lemah dan nafsu makan yang menurun selama paling tidak 1-2 hari. Dan walaupun demikian, hal ini tidak berarti adanya pembatasan waktu dalam melakukan aktivitas atau juga diet kecuali jika memang dokter menganjurkan anak untuk tidak melakukan hal demiian.

Jika muncul beberapa gejala yang Anda curigai, maka Anda harus menghubungi dokter. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah :

  1. Gejala ajtau tanda adanya keracunan akibat obat aspirin, misalnya adalah nafas yang dangkal dan terjadi dengan cepat.
  2. Nyeri dibagian perut dengan atau tanpa disertai dengan muntah darah.
  3. Demam yang terjadi secara berulang dan gejala yang terjadi pada penyakit kawasakit.

Hal yang harus diingat adalah :

  1. Imunisasi MMR atau Mumps Measles Rubella dan juga imunisasi cacar air harus ditunda paling tidak selama 1 tahun setelah mendapatkan pemberian gamaglobulin.
  2. Hindarilah kontak langsung dengan penderita sakit fli dan cacar air saat anak sedang dalam masa pengobatan aspirin dosis yang tinggi.
  3. Pembengkakan dan juga nyeri sendi yang besar misalnya adalah yang terjadi di siku atau lutu dan juga ujung jari tangan yang terkelupas serta kaki hal ini merupakan suatu hal yang biasa terjadi disaat proses penyembuhan berlangsung dan biasanya akan membaik paling tidak 3 minggu.

Untuk penyakit kawasakit pada anak biasanya jarang terjadi secara kambuhan dalam waktu beberapa bulan dan juga beberapa tahun setelah pengobatan. Dalam kasus penyakit kawasaki di Jepang dilaporkan bahwa sekitar 4,3 % kasus kambuhan dari penyakit kawasakit. Jika gejala dan juga tanda yang terjadi sama seperti awal terkena sindrom penyakit kawasaki, maka sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan ke dokter.

Hingga saat ini penyakit kawasakit masih belum bisa dicegah.

Diagnosis yang dilakukan pada pemeriksaan penyakit kawasaki adalah :

1. Elektrokardiogram (EKG)

  • Segmen ST yang datar, dan mengalami depresi
  • Gelombang T datar, dan terinversi
  • Gangguan pada konduksi

2. Ekokardiogram yang biasanya dipakai untuk membantu mengkaji terjadinya pembesaran jantung, kontraktilitas ventrikel, aneurisma koroner.

3. Perhitungan pada darah lengkap, janga sampai anemia ringan sampai menjadi sedang. Anda bsia melakukan perhitungan leukosit baik di fase pertama, dan terutama adalah neutrofil/

4. Perhitungan torombosit biasanya akan mengalami peningkatan sampai 3 bulan terjadinya penyakit kawasakit, peningkatan yang bisa terus berlangsung paling tidak setelah 3 bulan awitan

4. Laju endap yang terjadi pada darah meningkat, dan selain itu juga protein C reaktif yang akan mengalami peningkatan.

5. SGOT dan SGPT yang mengalami peningkatan, selain itu albumin serum yang mengalami penurunan.

6. Kadar dehidrogenase laktat pada serum, imunoglobulin E dan M, yang akan mengalami peningkatan selama fase demam akut dan biasanya akan mengalami penurunan selama fase konvalesen.

7. Kadar dari c3 yang akan mengalami peningkatan dalam waktu 1-3 minggu penyakit dan kemudian akan kembali dalam keadaan normal.

Itulah informasi mengenai penyakit kawasakit dan komplikasi penyakit kawasaki. Semoga bermanfaat untuk Anda semua.

Komplikasi Penyakit Kawasaki


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengatasi Penyakit Kawasaki dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Kawasaki and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *