Penyakit Kawasaki Pada Anak

Penyakit Kawasaki Pada Anak – Penyakit kawasaki pada anak adalah penyakit demam akut pada anak kecil yang menyebabkan vaskulitis sistemik luas. Penyakit ini dapat dikenali dari aktivasi sistem imun nyata yang menyebabkan cedera pembuluh darah kecil dan sedang. Penyakit ini dikenal juga sebagai sindrom limfonodus mukokutaneus. Penyakit kawasaki menyerang banyak sistem tubuh dan dapat menimbulkan konsekuensi kardiovaskular yang mengancam hidup.

Penyakit Kawasaki Pada Anak

Penyakit Kawasaki Pada Anak

Gejala Penyakit Kawasaki

Gejala Penyakit Kawasaki Pada Anak yang muncul antara lain penderita mengalami :

  • Demam tinggi
  • Muncul bercak-bercak merah di badan, mirip penderita campak
  • Kedua mata memerah, tetapi tidak belekan
  • Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di salah satu sisi leher, sehingga kadang diduga penyakit gondokan.

Proses peradangan dimulai ketika demam mulai menyerang, kalau minggu kedua jika pasien tidak segera diobati, penyakit tersebut sudah menyerang jantung. Dengan gejala-gejala itu, tidak jarang dokter mendiagnosis penderita sebagai penderita campak, alergi obat, infeksi virus atau gondokan. Meski bukan termasuk penyakit menular, penyakit ini bisa menyebabkan kematian, karena jika tidak segera ditangani, akan merusak jantung hingga 85%.

Komplikasi Penyakit Kawasaki Pada Anak

Sebagian penderita terlambat didiagnosis menderita kawasaki. Kawasaki bisa merusak pembuluh arteri jantung bila terlambat ditangani. Penyakit Kawasaki Pada Anak itu menyebabkan peradangan pada pembuluh arteri jantung. Peradangan membuat arteri jantung membengkak. Semakin terlambat ditangani, pembengkakan semakin besar dan dinding pembuluh semakin tipis. Pada 20-40 persen kasus yang tidak diobati atau terlambat ditangani terjadi komplikasi jantung.

Pembengkakan arteri jantung menyebabkan aliran darah tidak lancar karena darah mengalami turbulensi. Turbulensi di arteri yang rusak jika dibiarkan akan menyebabkan pembekuan darah sehingga menyumbat aliran darah ke jantung. Lebih lanjut, karena tidak mendapat pasikan oksigen dari darah, otot jantung rusak. Arteri yang bengkak bisa menyempit kembali secara alamiah. Namun, kadang-kadang arteri jantung justru menyempit. Untuk melancarkan aliran darah, penderita kawasaki dengan pelebaran koroner yang berat harus meminum obat pengencer darah, seperti aspirin, seumur hidup. Anak yang pembuluh darah jantungnya rusak harus benar-benar menjaga kondisi tubuhnya. Setiap tahun pembuluh arterinya diamati melalui kateterisasi jantung.

Diagnosis Penyakit Kawasaki

Kriteria dari diagnosis penyakit kawasaki agar bisa ditegakkan adalah biasanya diagnosis ini dilakukan dengan membutuhkan demam yang tidak jelas yang terjadi lebih dari 5 hari dan disamping itu juga ada 4 gejala lainnya yang mendukung diagnosis agar bisa ditegakkan adalah ;

  1. Perubahan yang terjadi pada mukosa oral, dan termasuk salah satunya adalah bibir merah serta pecah-pecah atau retak, eritema pada garing atau juga pada lidah strobery.
  2. Bilateral nonexudative konjungtivis
  3. Limfadenopati servikal, biasanya sifatnya adalah unilateral dengan satu node lebih dari 1,5 cm
  4. Ruam polymorphus
  5. Perubahan pada ektremitas atau eritema yang terjadi pada telapak tangan dan juga pada telapak kaki, pembengkakan yang terjadi di tangan serta kaki, deskuamasi peringual dalam fase penyembuhan.

Pemberian obat kawasaki yang dilakukan pada penderita kawasaki adalah pasien dengan kasus kawasaki sindroma harus mendapatkan pengobatan dalam bentuk imunoglobulin intravena atai IVIG dan juga pemberian aspirin dengan dosis yang tinggi dan juga dengan sesering mungkin setelah melakukan diagnosis. Mekanisme dari aksi IVIG yang dilakukan pada kasus kawasakit penyakit tidak diketahui. Namun pengobatan yang sangat cepat akan membantu menurunkan demam sampai normal dan juga resolusi dari tanda atau gejala klinis penyakit untuk beberapa pasien. Selain itu juga IVIG akan membantu mengurangi pravalensi dari penyakit koroner dari 20-25% untuk anak-anak yang diobati menggunakan obat aspirin saja paling tidak adalah 2-4% pada mereka yang mendapatkan perawatan IVIG dan juga aspirin dalam hari-hari pertama mereka saat sakit.

Untuk pengobatan penyakit kawasakit berdasarkan tingkatan adalah :

  1. Stadium akut : pemberian obat imunoglobulin intravena 2 g/kg untuk selama 10-12 jam dengan menggunakan obat aspirin dosisnya 80-100 mg/kg/24 jam dan dibagi setiap 6 jam sekali secara oral sampai hari ke 14 penyakit menyerang.
  2. Tahap sembuh pemberian dengan aspirin dosisnya 3-5 mg/kg oral sekali dalam sehari sampai 6-8 minggu setelah onset penyakit terjadi.
  3. Terapi jangka panjang untuk orang yang mempunyai masalah kelainan koroner : pemberian obat jenis aspirin diprydamole 3-5 mg/kg oral dalam sekali sehari kurang lebih 4-6 jam mg/kg 24 dan dibagi dalam atau juga tiga dosis oral (penggunaan warfarin dari kebanyakan ahli yang menambahkanya untuk pasien yang mempunyai resiko tinggi trombosis)

Dan selain itu juga beberapa pertimbangan yang harus diberikan untuk mengobati pasien yang sidah didiagnosis setelah mengalami 10 hari penyakit saat sedang demam dan juga sedang berlangsung, karena efek dari inflamasi yang sangat bermanfaat, walaupun efek terapi yang seperti ini pada beresiko untuk bisa mengembangkan aneurisma koroner yang sama sekali tidak diketahui. Selain itu juga pemberian obat aspirin adalah salah satu anti-infalamasi untuk jenis dosis antitromboti sebesar (3-5 mg/kg/24 jam sebagai salah satu dosis tunggal) dan dalam hari ke 14 penyakit atau juga disaat pasien sudah mengalami afebris untuk paling tidak adalah 3-4 hari. Dan efek dari antitrombotik aspirin biasanya akan dilanjurkan sampai paling tidak 6-8 minggu setelah onset dan disaat ESR sudah di normalisasi, pada pasien yang belum mengalami perkembangan dari kelainan yang terdeteksi oleh ezhocardiography.

Penyakit Kawasaki Pada Anak


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengatasi Penyakit Kawasaki dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Kawasaki and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *